Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Antara Menabung Dan Investasi, Sama Atau Tidak?

Meskipun sejak kecil kita sudah dikenali tentang konsep keuangan, namun tetap saja ketika sudah beranjak dewasa kita cenderung tidak memperluas wawasan seputar finansial seutuhnya. Kebanyakan orang hanya mengetahui tentang cara menghasilkan uang dan menghabiskan uang. Padahal, masih banyak yang perlu kita pelajari terkait keuangan, sehingga kita dapat meminimalisir risiko kesalahan dalam mengelola keuangan.

Salah satu masalah keuangan yang seringkali menjadi perbincangan di kalangan masyarakat umum adalah mereka beranggapan bahwa menabung dan investasi itu sama, atau menabung merupakan salah satu bentuk dari investasi. Apakah benar demikian?

Ternyata, anggapan tersebut justru keliru atau tidak benar, sebab kedua-duanya memiliki makna yang berbeda.

perbedaan menabung dan investasi

Menabung dan investasi jika dikupas dari segi definisi, karakteristik dan jenis produk, keduanya tentu saja berbeda. Agar wawasan tentang keuangan kita semakin bertambah, berikut adalah beberapa penjabaran yang harus kita pahami mengenai perbedaan menabung dan investasi.

Definisi Menabung Dan Investasi

Menabung merupakan salah satu kegiatan menyimpan uang yang disisihkan dari penghasilan harian atau pendapatan bulanan. Biasanya tabungan disimpan pada tempat yang aman. Meskipun dari kecil sudah diajarkan tentang menabung di celengan, tapi saat ini kebanyakan orang telah beralih ke tempat yang jauh lebih aman, yaitu bank.

Tabungan tersebut menyimpan uang yang kita sisihkan. Selanjutnya, uang dalam tabungan dapat ditarik sewaktu-waktu ketika kita benar-benar membutuhkannya.

Sedangkan investasi adalah pembelian aset moneter yang memiliki nilai, dimana nilai sejumlah dana yang kita investasikan dapat berpotensi meningkat dan bahkan sebaliknya, menurun. Investasi memiliki keuntungan yang sangat besar dalam jangka waktu lama, yaitu bisa menambah jumlah kekayaan yang dimiliki.

Karakteristik Menabung Dan Investasi

1. Tujuan

Uang yang disimpan dalam bentuk tabungan, biasanya dapat dipakai saat kita perlukan dalam keadaan mendesak. Dengan demikian, maka menabung dapat dikategorikan sebagai simpanan jangka pendek.

Hal tersebut sangat berbeda dengan prinsip investasi yang mempunyai tujuan utama sebagai salah satu bentuk simpanan jangan panjang. Umumnya setiap investasi memiliki periode tertentu, misalnya jangka waktu 5 tahun, 10 tahun atau bahkan lebih. Dengan begitu, sebagai investor memiliki harapan yang lebih di masa yang akan datang.

2. Akses Penggunaan

Biasanya menabung memiliki sifat yang fleksibel. Jadi, akses penggunaannya juga sangat mudah, sehingga bisa dengan leluasa menggunakannya. Sebaliknya dengan investasi yang memiliki sifat tidak fleksibel karena memiliki periode yang telah ditentukan. Maka, sulit digunakan.

Akan tetapi, tergantung kepada jenis investasi yang dipilih. Misalnya saja emas yang lebih mudah dipakai dibanding dengan jenis investasi lainnya.

3. Tingkatan Risiko

Karena nominal dana yang disetorkan pada investasi jauh lebih besar dibandingkan tabungan, selain itu imbal hasil dari proses investasi biasanya lebih tinggi dari bunga bank. Maka dari itu, dapat diartikan bahwa tingkatan risiko pada investasi jauh lebih tinggi dari pada menabung yang memiliki tingkat risiko rendah.

Risiko lainnya, investasi jauh lebih tinggi karena rentan juga terhadap investasi bodong dengan iming-iming imbal hasil yang fastastis bisa diperoleh dalam waktu singkat. Untuk itu, penting diketahui bahwa sebagai investor bertindaklah cerdas dalam memilih jenis dan perusahaan investasi yang tepat.

4. Sumber Keuntungan

Jika menabung hanya dalam celengan tentu saja kita tidak akan mendapatkan keuntungan lebih, namun jika menabung di bank maka terdapat keuntungan yang bisa diperoleh, yaitu berupa bunga atau bagi hasil. Sementara sumber keuntungan dalam investasi yang bisa dihasilkan yaitu berupa imbal hasil yang jumlahnya lebih besar dari bunga bank.

Jenis-Jenis Menabung

1. Celengan Atau Simpan Di Rumah?

Menggunakan celengan kini memang sudah tidak terlalu digandrungi banyak orang tapi sebagian kecil masih tetap ada yang melakukan hal tersebut.

Keuntungan menabung di rumah, yaitu bisa dipakai saat dibutuhkan kapan saja. Selain itu, tidak memiliki risiko hanya saja perlu menjaganya dengan baik.

Jangan sampai Anda sudah menyimpan sejumlah uang yang cukup banyak lalu terjadi musibah seperti pencurian atau kebakaran yang dapat melenyapkan uang tabungan Anda itu.

2. Tabungan

Secara umum, tabungan memang tidak memiliki risiko bahkan kontrol dan suku bunganya relatif rendah yakni hanya sebesar 6% setiap tahun. Tabungan ini bisa dicairkan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Transaksi yang tergolong sangat mudah membuat cara menyimpan uang ini banyak dilakukan sebagian besar orang.

Tentu saja, menabung di bank juga terdapat potongan biaya administrasi yang diambil setiap bulan dan dibebankan kepada nasabah. Namun menabung di bank jauh lebih aman dari pada menyimpan uang di rumah. Sebab simpanan Anda dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar apabila terjadi kegagalan di bank terkait.

3. Deposito

Deposito memiliki keuntungan berupa bunga yang lebih besar daripada tabungan, dan tingkat risikonya rendah. Deposito mempersyaratkan sejumlah uang yang harus disimpan dan tidak dapat ditarik dalam periode tertentu. Umumnya, deposito mulai dari Rp10 juta dengan tempo 1 bulan dengan bunga mulai dari 4% per tahunnya, tergantung dari penawaran masing-masing. Lalu, apabila deposito Anda dicarikan, maka Anda akan dikenai denda karena mencarikan sebelum jatuh tempo waktunya.

Jenis-Jenis Investasi

1. Reksa Dana

Reksa dana merupakan sebuah wadah mengumpulkan dana dari investor, kemudian dana tersebut akan di kelola oleh manajer investasi ke bentuk portofolio baik berupa saham, obligasi, dan sebagainya. Terdapat kelebihan yang dimiliki reksa dana diantaranya sebagai investor akan dibantu manajer investasi saat pengelolaan dan investasi ini tersebar luas sehingga bisa menghindari besarnya risiko.

Selain itu, investasi reksa dana ini juga bisa dimulai dengan modal Rp100 ribu saja. Saat ini sudah banyak supermarket reksa dana online dimana Anda bisa beli reksadana secara online. Terkait untung, reksana ini memiliki untung yang disesuaikan dengan jenis reksa dana yang Anda pilih nanti, tentunya reksa dana saham memiliki untung tinggi sekaligus risiko yang tinggi pula dibandingkan dengan reksa dana pendapatan tetap.

2. Obligasi

Obligasi merupakan surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Kelebihan yang dimiliki obligasi adalah pendapatan tetap berupa kupon, investor juga akan dapat capital gain dan bunga yang besar kalau dibandingkan dengan deposito. Sementara kekurangannya, diantaranya memiliki risiko yang tinggi terhadap gagalnya pengembalian obligasi dan tingkat suku bunga, Selain itu, sulit dicairkan, dan bila pihak yang berhutang mengalami bangkrut, maka jumlah uang yang sudah disetorkan tidak dapat dikembalikan lagi.

3. Saham

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.

Keuntungan berinvestasi saham adalah modal yang diperlukan tidak terlalu besar, apalagi kini ada program nabung saham dari Bursa Efek Indonesia. Hanya bermodal dengan Rp100 ribu saja, Anda sudah bisa memiliki rekening investor dan membeli saham melalui program Yuk Nabung Saham! Menyoal imbal hasil, saham berpotensi tinggi memberikan untung yang signifikan. Namun, risiko ruginya juga tinggi dengan banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai dari bisnis perusahaan, faktor makro dan mikro ekonomi.

4. Emas

Emas merupakan salah satu jenis investasi yang banyak digandrungi masyarakat. Kebanyakan orang memilih emas baik berupa emas logam mulia atau perhiasan. Alasannya, emas termasuk aset yang mudah dijual, tahan lama dan harga stabil bahkan cenderung naik. Tapi, terdapat kerugian yang cukup lumayan saat harga emas turun drastis, mendapat keuntungannya tidak rutin dan baru bisa diperoleh jangka panjang.

5. Properti

Properti merupakan investasti yang sangat terkenal di kalangan investor. Modal untuk investasi properti ini cukup besar, tetapi kelebihan yang akan di dapat bila memilih investasi ini adalah memiliki risiko yang kecil dan akan mendapatkan keuntungan yang rutin jika properti tersebut kembali disewakan.

Lakukan Keduanya dan Pilih Sesuai Kebutuhan

Jangan pernah ragu apabila ingin melakukan yang terbaik untuk melindungi keuangan Anda dan keluarga. Bahkan, jika menabung dan investasi bisa dijalankan, maka akan mendapatkan hasil yang sangat besar. Dengan begitu, akan memberikan efek juga terhadap jumlah kekayaan yang akan bertambah.

Pilihlah jenis produk yang terbaik sesuai kebutuhan. Hindari perusahaan bodong yang menawarkan jasa menabung atau investasi dengan iming-iming yang tidak masuk akal. Sebaiknya cari tahu informasi secara menyeluruh melalui internet atau bertanya langsung kepada teman atau saudara yang sudah memiliki pengalaman.

Posting Komentar untuk "Antara Menabung Dan Investasi, Sama Atau Tidak?"