Beberapa Jenis Pinjaman Untuk Pebisnis Pemula, Kamu Mau Yang Mana?

Meminjam atau mengkredit uang merupakan suatu hal yang sangat wajar bagi pelaku usaha, apalagi jika masih pemula. Selain untuk mendirikan usaha, meminjam uang juga terjadi ketika usaha mengalami kemunduran atau pemilik usaha ingin melakukan pengembangan usaha.

jenis jenis pinjaman modal usaha

Untungnya, sekarang ada banyak jenis pinjaman yang ditawarkan sebagai alternatif apabila mengalami kekurangan modal. Berikut adalah jenis-jenis pinjaman yang bisa kamu coba.

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Sebagaimana namanya, jenis pinjaman ini memperbolehkan kamu untuk meminjam dalam jumlah tertentu tanpa harus menyerahkan aset untuk dijadikan sebagai jaminan. KTA dianggap menguntungkan, karena tanpa perlu pengorbanan apapun, pinjaman bisa dicairkan untuk memenuhi kebutuhan dan kegiatan operasional bisnis.

KTA bisa disebagai jenis pinjama yang cukup aman karena telah dijamin langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk jumlah plafonnya sendiri dapat mencapai ratusan juta rupiah, tergantung dari kreditur mana yang menawarkan pinjaman tersebut. Jika dokumen yang diserahkan telah sesuai dengan persyaratan, biasanya pinjaman bisa langsung cair dalam waktu tiga hari kerja.

Untuk suku bunga dalam pinjaman KTA cukup beragam, yaitu sekitar 0,65% hingga 2,5% per bulan. Sebaiknya pilihlah kreditur yang memberikan bunga rendah, sehingga kamu tidak merasa kesulitan untuk membayar cicilan bulanannya.

2. Kredit Multiguna (KMG)

Dalam pinjaman KMG, debitur atau peminjam wajib menyerahkan jaminan setiap kali ingin mengajukan dana pinjaman kepada kreditur. Aset yang dijaminkan menjadi tolok ukur bagi kreditur dalam menentukan besarnya total pinjaman yang akan diberikan kepada debitur.

Tentunya, semakin besar nilai jaminan, maka semakin besar pula jumlah pinjaman yang akan diperoleh. Dengan suku bunga yang bervariasi, kamu bisa melunasi pinjaman sampai lima tahun berikutnya.

Akan tetapi, biasanya ada beberapa biaya yang perlu diperhatikan saat mengajukan Kredit Multiguna. Diantaranya adalah biaya provisi, bunga, biaya di muka, materai, asuransi, maupun biaya penalti.

3. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Saat ini, pelaku bisnis UMKM tidak perlu merasa pusing memikirkan modal usaha untuk mendukung kelancaran usahanya. Sebab para pelaku usaha bisa memanfaatkan salah satu program pinjaman dari pemerintah, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada salah satu bank milik pemerintah.

Perlu diketahui, plafon pinjaman yang didapatkan pun bisa mencapai ratusan juta. Untuk memperoleh pinjaman, kamu harus datang ke salah satu bank milik pemerintah, lalu mengisi formulir pinjaman disana sekaligus membawa semua syarat yang diperlukan.

Sayangnya, tidak semua bank yang menyediakan KUR menawarkan pinjaman tanpa agunan. Apalagi untuk jumlah pinjaman dengan nominal yang cukup besar. Oleh sebab itu, kamu perlu mempertimbangkan pinjaman yang satu ini jika nyatanya tidak memiliki nilai aset yang cukup sebagai jaminannya.

4. P2P Lending

Jenis pinjaman dengan cara yang satu ini semakin banyak peminat, khususnya bagi para pelaku UMKM. Selain memberikan akses yang mudah, jumlah pinjaman dalam P2P Lending sangat bervariasi. Sehingga pelaku usaha pun bisa langsung menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Cara kerjanya pun cukup mudah. Sebagai pelaku usaha, kamu hanya harus mengajukan dana pinjaman dalam jumlah tertentu pada salah satu platform yang menyediakan P2P. Nantinya pinjaman dengan jenis ini akan dikenakan batas waktu.
Jika modal sudah terpenuhi, maka dana pinjaman akan langsung diberikan ke kamu dalam beberapa hari kerja. Sementara itu, pinjaman bisa dikembalikan sesuai dengan tanggal jatuh tempo pada suku bunga yang relatif terjangkau.

5. Pegadaian

Alternatif dana pinjaman lainnya adalah pegadaian, yaitu dengan total pinjaman yang bisa mencapai ratusan juta juga tenor pembayaran sampai 2 tahun. Dalam waktu tiga hari saja, dana pinjaman yang kamu ajukan bisa langsung dicairkan.

Sama seperti pinjaman pada umumnya, bagi kamu yang ingin meminjam di pegadaian wajib menyediakan aset tertentu untuk dijadikan sebagai agunan atas pinjaman. Tapi tenang saja, agunannya pun cukup berupa BPKB kendaraan bermotor yang memiliki usia tidak lebih dari 15 tahun.

Agar pinjaman yang kamu ajukan di pegadaian cepat disetujui, pastikan bahwa usaha tersebut adalah milik pribadi dan sudah beroperasi selama minimal satu tahun.

6. Pinjaman E-commerce

Seperti tidak mau kalah saing, beberapa layanan e-commerce di Indonesia juga sudah banyak yang menyediakan pinjaman bagi para pelaku UMKM. Pinjaman ini berasal dari pemilik modal yang bekerjasama dengan e-commerce, dan ditujukan untuk merchant atau seller yang berjualan di e-commerce bersangkutan.

Pinjaman ini bertujuan untuk membantu merchant atau seller dalam mengembangkan usaha pada situs e-commerce. Sehingga seller bisa meminimalisir potensi bangkrut karena kekurangan modal usaha.

Cara kerjanya pun cukup mudah, yaitu dengan masukkan nominal pinjaman dan tenor pembayaran yang diinginkan. Setelah itu, situs e-commerce akan menampilkan informasi mengenai biaya pokok cicilan dan bunga yang harus dibayar setiap bulan. Adanya transparansi ini akan memudahkan kamu untuk mengambil keputusan ketika ingin meminjam uang.

Pertimbangkan Untung Dan Rugi Dari Setiap Jenis Pinjaman

Itulah beberapa jenis pinjaman yang terdapat di Indonesia dan bisa kamu manfaatkan untuk memodali usaha yang sedang dijalankan. Pahami terlebih dahulu mengenai informasi masing-masing layanan pinjaman secara detail, termasuk juga keuntungan dan kerugiannya untuk menghindari penyesalan di kemudian hari. Semoga bermanfaat, lancar dan sukses selalu usaha yang sedang dirintis.
Hidup itu bukan tentang menjadi pemenang atau pecundang, namun tentang bagaimana menjadi dirimu sendiri dan berikan yang terbaik kepada siapapun.

Posting Komentar

Komentar yang Anda masukkan dimoderasi. Berikan komentar yang sesuai dengan topik. Jika sesuai dengan ketentuan, komentar Anda akan segera ditampilkan. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, spam atau sejenisnya akan dihapus.
© Guredu. All rights reserved. Powered by Guru Abata