Pertimbangkan Dahulu Hal Ini Sebelum Mengajukan Pinjaman Kredit

Finansial yang stabil bukanlah suatu hal yang mudah untuk diwujudkan. Alasannya tidak lepas dari ketidakpastian pada tingkat kebutuhan setiap orang dari waktu ke waktu.

Contoh sederhananya, uang Rp 4 juta untuk saat ini mungkin masih cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu dalam satu bulan, namun untuk 6 atau 12 bulan berikutnya nominal uang itu belum tentu cukup untuk satu bulan.

Meningkatnya kebutuhan yang tidak disertai dengan meningkatnya gaji bulanan menjadi problematika tersendiri. Dan meminjam adalah pilihan terbaik yang dapat kamu ambil demi memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa merasa kekurangan.

cara ajukan pinjaman kredit

Namun demikian, ada beberapa hal penting yang semestinya dipertimbangkan sebelum kamu melakukan pinjaman kredit. Tujuannya adalah agar pinjaman tersebut tidak membawa kehancuran terhadap kondisi finansial di masa yang akan datang. Apa sajakah yang perlu dipertimbangkan?

1. Pikirkan Tujuan Atau Kegunaan Uang

Pertama, pikirkan terlebih dahulu untuk apa tujuan dan kegunaan uang yang akan kamu pinjam. Hal ini sangat penting dilakukan sebab meminjam uang dapat menambah biaya atau pengeluaran kamu setiap bulan.

Kamu harus bayar pelunasan sejumlah uang untuk dapat mencicil pinjaman hingga lunas. Apabila tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sebaiknya tunda keinginan untuk meminjam.

Sebab dengan melakukan gaya hidup hemat secara ketat, uang yang tersisa akan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun jika tujuannya untuk investasi, seperti membeli properto atau rumah, maka meminjam uang sangatlah dianjurkan.

Apalagi harga rumah akan terus meningkat setiap waktu. Setidaknya keuntungan yang didapatkan ketika menjual rumah nantinya akan bisa menutupi bunga pinjaman yang sudah dibayarkan setiap bulan.

2. Hitung Jumlah Uang Yang Ingin Dipinjam

Setelah menentukan tujuan dari meminjam, sekarang saatnya untuk menghitung jumlah uang pinjaman yang akan kamu ajukan. Apakah jumlahnya kecil, sedang, atau berjumlah besar. Lakukan perhitungan sebijak mungkin agar dapat mengetahui total pinjaman secara tepat dan terperinci.
Dengan perhitungan yang tepat, kamu akan dapat menghindari terciptanya pinjaman baru di kemudian hari yang tentunya akan menambah besarnya jumlah cicilan yang harus kamu bayar. Di sisi lain, kamu juga perlu mempertimbangkan hal lain, yaitu suku bunga pinjaman. Sebab semakin besar pinjaman, maka akan semakin besar pula suku bunga yang harus kamu bayar.

3. Tingkat Kesanggupan Membayar

Ingat, jangan pernah meminjam uang apabila kondisi keuanganmu sedang tidak baik dan kurang stabil. Karena hal ini akan langsung berpengaruh pada kelancaran pembayaran cicilan.

Bayangkan saja kalau cicilan macet atau hanya dibayarkan sebesar tagihan minimum saja, maka estimasi waktu pelunasan pun akan semakin lama. Pastikan besarnya cicilan tidak lebih dari 30%-35% dari total pemasukan setiap bulan.

Pemasukan ini sifatnya nett atau bersih yang diterima dari kantor. Jadi tidak dipotong oleh pengeluaran-pengeluaran lain, seperti asuransi kesehatan atau ketenagakerjaan.

Contoh, pemasukan bersih sebesar Rp 6 juta per bulan. Maka besarnya cicilan maksimal yang bisa diambil hanya Rp2 juta setiap bulan, tidak lebih dari jumlah ini.

4. Pilih Alternatif Meminjam Yang Pas

Saat ini, ada banyak lembaga keuangan yang memfasilitasi masyarakat dengan berbagai jenis pinjaman. Jadi dimana pinjaman akan dilakukan, semuanya mutlak ada di tangan kamu.

Tapi, alangkah baiknya untuk memilih alternatif pinjaman yang pas, dalam arti sesuai dengan kebutuhan pinjaman dan suku bunga yang berlaku. Bank merupakan salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan.

Selain aman dan terpercaya, kamu juga boleh mengajukan pinjaman dalam jumlah yang besar. Apabila pengajuan di bank ditolak, kamu bisa mencoba alternatif pinjaman lain, seperti p2p lending yang tak kalah bagus. Pilih yang sudah dijamin oleh OJK guna menghindari terjadinya penipuan.

5. Apakah Kamu Punya Investasi?

Meskipun investasi ditujukan untuk masa depan, tapi tidak salah kok bila kamu mencairkan sebagian uangnya agar kebutuhan dapat terpenuhi. Memang, langkah ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Keuntungannya yaitu kamu tidak perlu memikirkan cicilan dan bunga per bulan. Tapi di sisi lain, kamu harus rela kehilangan sebagian aset yang sudah dikumpulkan saat ini.

Begitu pula dengan keuntungan yang mungkin diperoleh dari jumlah yang berhasil diinvestasikan. Maka dari itu, pertimbangkan kedua hal ini secara baik sebelum akhirnya mengajukan pinjaman kepada kreditur.

6. Mintalah Bantuan Orang-Orang Terdekat

Beruntunglah bila tali silaturahmi antara kamu dengan keluarga, sahabat, atau rekan kerja terjaga dengan baik. Ketika kesulitan finansial melanda, setidaknya kamu bisa meminta bantuan kepada orang-orang terdekat sebelum akhirnya melibatkan kreditur dalam hal finansial.

Ceritakan kondisi finansialmu saat ini secara jujur, sehingga hati mereka tergerak untuk mengulurkan bantuan. Perlu diingat, utang tetaplah utang.

Jadi bayarkan cicilannya secara rutin sesuai perjanjian yang ditetapkan di awal. Jangan sampai telat bayar, ya, karena hubungan baik kamu dan mereka yang menjadi taruhannya.

Mengajukan Pinjaman Perlu Pertimbangan Yang Matang

Meminjam uang memang tidak boleh asal, tapi harus disertai dengan berbagai pertimbangan yang matang. Alhasil, pinjaman tersebut tidak memperburuk kondisi finansial, melainkan memberi keuntungan yang membuatmu mampu bertahan hidup selama beberapa hari kemudian.
Orang kuat bukanlah dia yang tidak pernah menangis, tapi orang yang istiqomah dalam meningkatkan ketakwaannya kepada Allah.

Posting Komentar

Komentar yang Anda masukkan dimoderasi. Berikan komentar yang sesuai dengan topik. Jika sesuai dengan ketentuan, komentar Anda akan segera ditampilkan. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, spam atau sejenisnya akan dihapus.
© Guredu. All rights reserved. Powered by Guru Abata